Dukungan
keluarga diartikan sebagai bagian dari dukungan sosial, yang merupakan bentuk
interaksi antar individu yang memberikan kenyamanan fisik dan psikologis
melalui terpenuhinya kebutuhan akan afeksi serta keamanan. Hensarling (2009)
membagi dukungan keluarga menjadi empat dimensi dukungan yaitu dimensi
empathetic (empati), dimensi encouragement (dorongan), dimensi facilitative
(fasilitatif), dan dimensi participative (partisipasi). Masing-masing dimensi
ini penting dipahami oleh keluarga yang mempunyai anggota keluarga dengan DM
Tipe 2 karena menyangkut persepsi tentang keberadaan dan ketepatan dukungan
bagi seseorang. Dukungan keluarga bukan hanya memberikan bantuan, tetapi yang
penting adalah bagaimana persepsi penerima terhadap makna bantuan tersebut
(Koentjoro, 2002). Dalam hal ini beberapa bentuk dukungan keluarga untuk
kepatuhan pasien DM yaitu :
- Dukungan
Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2
Telah
dijelaskan sebelumnya bahwa penelitian tentang pengaruh dukungan keluarga
terhadap kualitas hidup pasien telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti
sebelumnya dan menunjukkan pengaruh yang signifikan. Adapun penelitian-penelitian
tersebut menggambarkan dukungan keluarga secara umum dan tidak spesifik pada
pasien DM Tipe 2. Dalam penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis
dimensi empati, dorongan, fasilitatif dan partisipasi sebagai reflektor yang
dapat merefleksikan konstruk dukungan keluarga, menganalisis dimensi fisik,
psikologis, hubungan sosial dan lingkungan sehingga dapat menganalisis pengaruh
dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien DM tipe 2. Dalam penelitian
yang telah dilakukan oleh Fuji Rahmawati, Elsa Pudji Setiawati, Tetti Solehati
yang berasal dari Universitas Padjadjaran dengan mengambil sampel dari wilayah
kerja Puskesmas Situ Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Sehingga
mendapatkan hasil penelitian bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara
dukungan keluarga yang digambarkan reflector dengan kualitas hidup pasien DM
tipe 2 (t-statistics=15,366). Secara keseluruhan model, konstruk dukungan
keluarga memberikan pengaruh sebesar 40,3% terhadap kualitas hidup pasien DM
Tipe 2 (R2=0,403) (Rahmawati, Fuji;)
- Dukungan
keluarga dalam Perawatan diri diet klien
Dalam
hal ini fungsi keluarga sangatlah berpengaruh besar dalam melakukan perawatan
terhadap penderita diabetes karena perilaku perawatan diri diet klien yang
umumya berakar pada budaya dan gaya hidup yang tidak sehat, serta dalam
mendukung hal ini diperlukan program pendidikan yang mempertimbangkan budaya
dan gaya hidup pasien dan keluarga yang diperlukan. Misalnya, untuk pasien
dengan diabetes tidak terkontrol dan ketidakpatuhan terhadap diet dapat segera
di minimalisir dengan dukungan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan. Dukungan
keluarga dalam peningkatan kepatuhan diet ini seperti pengaturan makan yang
baik, perubahan gaya hidup keluarga yang tidak sehat mulai diperbaiki dengan
pengurangan makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi dalam keluarga
khususnya untuk penderita diabetes. (Wen, Lonnie K, 2004).
3. Dukungan
keluarga dalam pematuhan pemberian obat pada klien.
Dalam sebuah penelitian
yang berjudul impact of family support
improvement behaviors on anti diabetic medication adherence and cognition in
type 2 diabetic patient atau dapat diartikan dukungan keluarga dalam
meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes tipe 2. Dalam penelitian
tersebut memiliki tujuan untuk mengetahui dampak dari perilaku peningkatan
dukungan keluarga pada anti diabetes kepatuhan pengobatan dan status kognitif
pada pasien diabetes tipe 2. Dukungan keluarga dapat meningkatkan kepatuhan
pengobatan yang mengakibatkan kontrol glikemik dan inprovement kognitif sebagai
efek tidak langsung dari dukungan keluarga, serta dapat membantu penyedia
layanan kesehatan sementara berupa konseling mamber keluarga orang dengan
diabetes tipe 2 sehingga mereka dapat menginformasikan anggota keluarga tentang
peran mereka efektif dan juga mengajarkan mereka beberapa teknik untuk
meningkatkan perilaku yang mendukung mereka. (Tabasi,
Hamidreza Khosravizade; Madarshahian, Farah; Nikoo, Mohsen Khoshniat;
Hassanabadi, Mohsen; Mahmoudirad, Gholamhossein, 2014)
4. Dukungan
keluarga dalam keteraturan control kadar gula darah pasien diabetes.
Dalam
sebuah penelitian yang dilakukan oleh Anan Priharianto berasal dari universitas
Muhammadiyah Surakarta tahun 2014 dengan judul Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keteraturan Kontrol Kadar Gula Darah
Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Bendosari. Penelitian
ini mendapatkan hasil dimana hubungan antara dukungan keluarga dengan
keteraturan kontrol kadar gula darah dapat dijelaskan bahwa dari 21 responden
(23,6%) yang mendapat dukungan yang kurang dari keluarga, 16 (18%) diantaranya
tidak teratur kontrol kadar gula darah dan 5 (5,6%) lainnya teratur melakukan
kontrol kadar gula darah. Dari 46 responden (51,7%) yang mendapat dukungan yang
cukup dari keluarga, 20 (22,5%) diantaranya tidak teratur dan 26 (29,2%) lainnya teratur
melakukan kontrol kadar gula darah. Dan dari 22 responden (24,7) yang mendapat
dukungan yang baik dari keluarga, 7 (7,9%) diantaranya tidak teratur dan 15
(16,9%) lainnya teratur melakukan kontrol kadar gula darah. Hal ini sangatlah
sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa dukungan keluarga sebagai factor
penting dalam kepatuhan manajemen penyakit untuk remaja sampai dewasa dengan
penyakit kronik. Dukungan keluarga merupakan indicator yang kuat dapat
memberikan dampak posistif terhadap perawatan diri pada pasien dengan Diabetes
(Henserling, 2009 dalam (Priharianto, 2014))
Kesimpulan
Sehingga dapat disimpulkan dari
sumber-sumber jurnal yang saya dapatkan bahwa dukungan keluarga sangatlah
berhubungan dengan pengendalian kepatuhan terhadap pasien diabetes mellitus
dalam kepatuhan pemberian obat, kepatuhan diet sehat, kepatuhan dalam
pengkontrolan gula darah, serta kepatuhan lainnya yang memperbaiki kualitas
hidup pasien.
