animasi blog

11/09/2015

Dukungan Keluarga Dalam Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus

Dukungan keluarga diartikan sebagai bagian dari dukungan sosial, yang merupakan bentuk interaksi antar individu yang memberikan kenyamanan fisik dan psikologis melalui terpenuhinya kebutuhan akan afeksi serta keamanan. Hensarling (2009) membagi dukungan keluarga menjadi empat dimensi dukungan yaitu dimensi empathetic (empati), dimensi encouragement (dorongan), dimensi facilitative (fasilitatif), dan dimensi participative (partisipasi). Masing-masing dimensi ini penting dipahami oleh keluarga yang mempunyai anggota keluarga dengan DM Tipe 2 karena menyangkut persepsi tentang keberadaan dan ketepatan dukungan bagi seseorang. Dukungan keluarga bukan hanya memberikan bantuan, tetapi yang penting adalah bagaimana persepsi penerima terhadap makna bantuan tersebut (Koentjoro, 2002). Dalam hal ini beberapa bentuk dukungan keluarga untuk kepatuhan pasien DM yaitu :
  1. Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa penelitian tentang pengaruh dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya dan menunjukkan pengaruh yang signifikan. Adapun penelitian-penelitian tersebut menggambarkan dukungan keluarga secara umum dan tidak spesifik pada pasien DM Tipe 2. Dalam penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis dimensi empati, dorongan, fasilitatif dan partisipasi sebagai reflektor yang dapat merefleksikan konstruk dukungan keluarga, menganalisis dimensi fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan sehingga dapat menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien DM tipe 2. Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh Fuji Rahmawati, Elsa Pudji Setiawati, Tetti Solehati yang berasal dari Universitas Padjadjaran dengan mengambil sampel dari wilayah kerja Puskesmas Situ Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Sehingga mendapatkan hasil penelitian bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara dukungan keluarga yang digambarkan reflector dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 (t-statistics=15,366). Secara keseluruhan model, konstruk dukungan keluarga memberikan pengaruh sebesar 40,3% terhadap kualitas hidup pasien DM Tipe 2 (R2=0,403) (Rahmawati, Fuji;)
  1. Dukungan keluarga dalam Perawatan diri diet klien
Dalam hal ini fungsi keluarga sangatlah berpengaruh besar dalam melakukan perawatan terhadap penderita diabetes karena perilaku perawatan diri diet klien yang umumya berakar pada budaya dan gaya hidup yang tidak sehat, serta dalam mendukung hal ini diperlukan program pendidikan yang mempertimbangkan budaya dan gaya hidup pasien dan keluarga yang diperlukan. Misalnya, untuk pasien dengan diabetes tidak terkontrol dan ketidakpatuhan terhadap diet dapat segera di minimalisir dengan dukungan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan. Dukungan keluarga dalam peningkatan kepatuhan diet ini seperti pengaturan makan yang baik, perubahan gaya hidup keluarga yang tidak sehat mulai diperbaiki dengan pengurangan makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi dalam keluarga khususnya untuk penderita diabetes.  (Wen, Lonnie K, 2004).

3.      Dukungan keluarga dalam pematuhan pemberian obat pada klien.
Dalam sebuah penelitian yang berjudul impact of family support improvement behaviors on anti diabetic medication adherence and cognition in type 2 diabetic patient atau dapat diartikan dukungan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes tipe 2. Dalam penelitian tersebut memiliki tujuan untuk mengetahui dampak dari perilaku peningkatan dukungan keluarga pada anti diabetes kepatuhan pengobatan dan status kognitif pada pasien diabetes tipe 2. Dukungan keluarga dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan yang mengakibatkan kontrol glikemik dan inprovement kognitif sebagai efek tidak langsung dari dukungan keluarga, serta dapat membantu penyedia layanan kesehatan sementara berupa konseling mamber keluarga orang dengan diabetes tipe 2 sehingga mereka dapat menginformasikan anggota keluarga tentang peran mereka efektif dan juga mengajarkan mereka beberapa teknik untuk meningkatkan perilaku yang mendukung mereka. (Tabasi, Hamidreza Khosravizade; Madarshahian, Farah; Nikoo, Mohsen Khoshniat; Hassanabadi, Mohsen; Mahmoudirad, Gholamhossein, 2014)

4.      Dukungan keluarga dalam keteraturan control kadar gula darah pasien diabetes.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Anan Priharianto berasal dari universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2014 dengan judul Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keteraturan Kontrol Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Bendosari. Penelitian ini mendapatkan hasil dimana hubungan antara dukungan keluarga dengan keteraturan kontrol kadar gula darah dapat dijelaskan bahwa dari 21 responden (23,6%) yang mendapat dukungan yang kurang dari keluarga, 16 (18%) diantaranya tidak teratur kontrol kadar gula darah dan 5 (5,6%) lainnya teratur melakukan kontrol kadar gula darah. Dari 46 responden (51,7%) yang mendapat dukungan yang cukup dari keluarga, 20 (22,5%) diantaranya tidak  teratur dan 26 (29,2%) lainnya teratur melakukan kontrol kadar gula darah. Dan dari 22 responden (24,7) yang mendapat dukungan yang baik dari keluarga, 7 (7,9%) diantaranya tidak teratur dan 15 (16,9%) lainnya teratur melakukan kontrol kadar gula darah. Hal ini sangatlah sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa dukungan keluarga sebagai factor penting dalam kepatuhan manajemen penyakit untuk remaja sampai dewasa dengan penyakit kronik. Dukungan keluarga merupakan indicator yang kuat dapat memberikan dampak posistif terhadap perawatan diri pada pasien dengan Diabetes (Henserling, 2009 dalam  (Priharianto, 2014))

Kesimpulan

Sehingga dapat disimpulkan dari sumber-sumber jurnal yang saya dapatkan bahwa dukungan keluarga sangatlah berhubungan dengan pengendalian kepatuhan terhadap pasien diabetes mellitus dalam kepatuhan pemberian obat, kepatuhan diet sehat, kepatuhan dalam pengkontrolan gula darah, serta kepatuhan lainnya yang memperbaiki kualitas hidup pasien.

1 komentar: